ghggghhhh....
Jan. 6th, 2007 | 12:32 pm
mood:
exhausted
i'll be very happy if i can pass the coming week, (can i?!? *worrying*)
it's really not easy to do some jobs at the same time, aaaaa........!!!! *screaming*.
i'm sure this will be a good lesson learned after all this things finished, and as a character of time : "it will be over, time will be 24 hours a day, 7 days per week, huuuu........!!!!
OOPS, COME ON MEIT!!! GOD ALWAYS BE WITH YOU...
Link | Leave a comment {2} | Add to Memories | Tell a Friend
Install Cinta Kasih
Sep. 11th, 2006 | 01:35 pm
Oleh: Tidak Diketahui
Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?
Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal
cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?
CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk
menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?
CS: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI
anda?
P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap
bisa
menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?
CS: Program apa saja yang sedang aktif?
P: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah
SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.
CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system
operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam
memori anda, tetapi
tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa
MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI. EXE. Tetapi anda
harus
mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan
CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda
mematikannya?
P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?
CS: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE.
Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE
terhapus.
P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini
wajar?
CS: Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal
kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?
P: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?
CS: Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda
perlu
mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.
P: Oops.
Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?
CS: Apa pesannya?
P: ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". apa artinya?
CS: Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH
diset
untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI
internal
anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah
non-teknis ini berarti anda harus men-"CINTA-KASIH" -i mesin anda
sendiri
sebelum men-"CINTA-KASIH" -i orang lain.
P: Lalu apa yang harus saya lakukan?
CS: Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut "PASRAH"?
P: Ya, sudah.
CS: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori "MYHEART"
MEMAAFKAN-DIRI- SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGA N.TXT. sistem akan
menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang
salah.
Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan
program-program
yang salah tidak muncul
kembali.
P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di
monitor
saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI.
Apakah
ini wajar?
CS: Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya.
Jadi CINTA-KASIH telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa
menanganinya
dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.
P: Apa?
CS: CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada
orang
lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya
sampai
anda akan menerimanya kembali.
Link | Leave a comment {2} | Add to Memories | Tell a Friend
SURAT CINTA UNTUK JIWA
Sep. 11th, 2006 | 01:32 pm
Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku yang insya Allah tetap mencintai Allah dan rasul-Nya diatas segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeda, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali terisi oleh cinta selain-Nya, yg mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yg terkadang melakukan segalanya bukan karena-Nya, lalu diruang hatinya yg kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah dimana keikhlasan. Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan karena hal yg dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku yang mulai lelah menapaki jalan-Nya ketika seringkali mengeluh, merasa terbebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan untuk ruh-ku dan ruh sahabat-sahabat tercintaku yg mulai terkikis oleh dunia yg menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yg dinikmati, lalu dimanakah kejujuran diletakkan?? Dan kini terabaikan sudah nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah rutinitas belaka,saat fisik dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yg semu. Coba lihat sana! Hatimu menangis dan meranakah??!
Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri sahabat-sahabat tercintaku yg sombong, yg terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yg membuat kita lebih dihadapan-Nya selain ketakwaan. Padahal kita menyadari bahwa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan terlewatkan begitu saja, saat tiada rasa takut padaNya ketika maksiat dilakukan, dan tiada merasa berdosa ketika menzhalimi diri sendiri dan orang lain.
Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yg masih memiliki cahaya meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah disekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dari-Nya
"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agama-MU, pada ta'at kepada-Mu dan da'wah dijalan-Mu"
sumber : unknown
Link | Leave a comment {3} | Add to Memories | Tell a Friend
Paradox of Our Age
Sep. 7th, 2006 | 03:11 pm
more conveniences, but less time;
We have more degrees, but less sense
more knowledge, but less judgement
more experts, but more problems
more medicines, but less healthiness
We've been all the way to the moon and back, but have trouble crossing the street to meet the new neighbour
We built more computers to hold more information to produce more copies than ever, but have less communication
We have become long on quantity, but short on quality
These are times of fast foods but slow digestion
Tall man but short character
Steep profits but shallow relationships.
It's a time when there is much in the window,
but nothing in the room.
Dalai Lama X
Link | Leave a comment | Add to Memories | Tell a Friend
22 pertanyaan
Sep. 5th, 2006 | 06:43 pm
Saudaraku muslimin dan muslimat saya mengajak kembali kehadirannya di Mushollah tercinta kita untuk mengikuti ceramah dengan tema "Hikmah Maulid Nabi Muhammad S.A.W"
Sebelumnya perlu kami sampaikan sedikit cerita dibawah ini untuk mempertebal ke Imanan kita tentang KebesaranNya...patut diketahui bahwa berbagi atau mengingatkan sesama saudara walau hanya satu ayat wajib kita kerjakan,meskipun sudah dihimbau dilarang mengemail/forward yang tidak berhubungan dalam pekerjaan... mudah-mudahan ini jalan jihat saya untuk kebaikan kita semua.
Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22 Februari 06
Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islambahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar,ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika beradadi Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab,dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.
Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu> bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.
Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat."
Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!"
Sang pendeta pun mulai bertanya,
=== Sebutkan satu yang tiada duanya,
=== dua yang tiada tiganya,
=== tiga yang tiada empatnya,
=== empat yang tiada limanya,
=== lima yang tiada enamnya,
=== enam yang tiada tujuhnya,
=== tujuh yang tiada delapannya,
=== delapan yang tiada sembilannya,
=== sembilan yang tiada sepuluhnya,
=== sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
=== sebelas yang tiada dua belasnya,
=== dua belas yang tiada tiga belasnya,
=== tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
=== Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
=== Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
=== Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
=== Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
=== Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
=== Siapakah yang tercipta dari api,
=== siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
=== Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
=== Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
=== Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata :
=== Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
=== Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tan-da (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
=== Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh. === Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
=== Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
=== Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
=== Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al- Mulk: 3).
=== Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17). === Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim> paceklik, katak, darah, kutu dan belalang
=== Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
=== Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
=== Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
=== Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
=== Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing." (At-Takwir: 18).
=== Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
=== Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka," tak ada cercaaan terhadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub> berkata,> "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
=== Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai." (Luqman: 19).
=== Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
=== Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).
=== Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash- habul Kahfi (penghuni gua).
=== Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita,sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnyatipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
=== Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia> mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja.Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata,
"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"
Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.
" Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."
Sang pendeta pun berkata,
"Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah."
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**
Link | Leave a comment {1} | Add to Memories | Tell a Friend
"undo"
May. 10th, 2006 | 08:09 pm
location: Depok
mood:
groggy
music: Robbana - Opick
contohnya pake icon "undo"; kalo abis bikin salah, terus kepikir klik "undo"
andai hidup bisa di'gituin', aaah...kok jadi berandai-andai...
baru-baru ini ketemu temen yang udah lumayan lama ga ketemu
ga terlalu 'temen deket' sich, tapi ya pernah agak deket
(apa bedanya agak/deket/sangat deket ya??? buatku sich kadang ga jelas)
ga terlalu lama juga sich terakhir ketemunya, karena emang sebenarnya juga jarang ketemu sebelumnya
kalo dihitung dengan jari 2 telapak tangan juga udah kebanyakan, so bener kan ga terlalu sering? *ragu*
apa itu juga yang memberi arti kalo kita emang agak deket? *ragu lagi*
aahh... kayanya juga ga terlalu penting untuk dibahas...
tapi, ngeliat (ketemu maksudnya) dia lagi jadi keinget cerita yang pernah terjadi dulu
kalo diinget sich, jadi bikin kesel + malu + marah + nyesel (ups,kayannya aku ga punya kamus 'kata nyesel' deh)
hubungannya ama yang diatas -ttg "undo" tea-, pengen juga meng'undo' masa itu terus di 'edit', aaahhhhhh...GA MUNGKIN!!!!!
hhhh... itulah karakter waktu yang cepat berlalu, ga bisa kembali dan penuh pertanggungjawaban pada SANG PEMBERI KESEMPATAN
dengan segala kelemahan dan kezhaliman diri atas segala yang telah kuperbuat:
ya ALLAH,
ampunkanlah segala khilaf
jadikanlah semua yang telah berlalu menjadi pelajaran berharga
yang tidak akan pernah terjadi kesalahan yang sama di waktu yang akan datang
dan kesempatan-kesempatan yang akan datang terisi menjadi lebih baik dan lebih bermakna, amin.
Link | Leave a comment {4} | Add to Memories | Tell a Friend
nyambi
Nov. 24th, 2005 | 03:23 pm
mood:
rejuvenated
music: Demi Masa - Raihan
mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu emang ga mudah. walaupun pada prinsipnya kesemuanya memeliki tujuan yang satu. membagi waktu atawa kerennya "mengelola waktu" ternyata emang "ga bisa" (hehe...). yang mungkin tuh mengelola aktivitas dalam selang waktu tertentu.
ggghh, yang musti dikelola itu ya aktivitasnya supaya ga bentrok dan fungsional keberadaan diri di setiap tempat. baru deh sekarang kerasa, kalo ternyata waktu yang digunakan selama ini sangat tidak efisien. dosen pernah bilang: "yang efisien belum tentu efektif". walupun saya juga ga terlalu ngerti artinya, toh kayanya kedua kata itu ampir sama asalnya. dari effect-effective-effectiveness. yang satunya dari efficient-efficience-effeciency. di kamus sih, artinya ampir mirip-mirip aja, hh..
ga salah kalo masalah waktu digunakan ALLAH dalam bersumpah. bahkan ALLAH juga mengidentikkan keberuntungan seorang hamba dengan pemanfaatan waktu. sebaliknya, yang tidak memanfaatkannya akan menjadi orang-orang yang merugi, na'udzubillahi min dzalik...
Link | Leave a comment {4} | Add to Memories | Tell a Friend
Ustadz Rahmat Abdullah
Jun. 15th, 2005 | 04:33 pm
mungkin, dia juga tidak menulis seheboh penulis Ustadz 'Aid dalam bukunya la tahzan dengan berbagai versi dan bahasa
mungkin, dia juga tidak seperti Bapak Ir. Bukhari Nasution yang dengan suara lantang menghujat depdikbud "tidak bekerja apa-apa" untuk pendidikan bangsa, yang kemudian pada akhirnya ia membentuk sekolah untuk kepala sekolah (yang selama ini ada hanyalah sekolah untuk guru, padahal kepala sekolah jauh memiliki peran mengatur sekolah; ingat bagaimana berperannya Mr. Kobayashi sebagai kepala sekolah, dalam kisah perjalanan pendidikan totto-chan)
tapi....
dia adalah seorang ulama besar buatku; pengetahuanya yang luas antara konsep Islam, 'kekinian' dan hal-hal yang sifatnya membumi, menjadikannya sumber mata air yang jernih, yang menjadi rujukan bagi berbagai persoalan
dia adalah seorang penulis yang tulisannya selalu kutunggu-tunggu; tidak jarang pada tulisannya di tarbawi, harus kubaca berulang-ulang karena begitu sarat akan kiasan dan hikmah yang dalam; tetapi tidak lalai dari berbagai informasi yang menunjukkan ke-integral-an berpikir penulisnya
dia adalah orang yang suara-suaranya (ceramah dan buah pemikirannya) begitu besar gemanya di telingaku; beberapa kali aku sengaja hadir dalam ceramahnya dengan topik-topik yang beragam diantaranya da'wah, persiapan pra-nikah dll; dengan gaya tutur yang khas, nasehat-nasehatnya begitu sejuk dan sangat diterima logika, bukan sekedar masukkan penuh luapan emosi dan ambisi
bukan hanya rasa tak percaya akan berita kematiannya yang kudengar malam tadi sekitar pukul 21 (sampai 3-4 kali teman dekatku menelpon untuk memastikan kematiannya memang benar)
juga bukan kesedihan dan isakan air mata yang kudengar dari kelompok pertama muslim (laki-laki) yang men-sholatkan jenazah mengantarkan kepergiannya di detik-detik terakhir
tak ada rasa ragu dalam diriku apakah 'kesenangan' atau 'kesengsaraan' tempat 'menunggunya' setelah dikubur
karena 'jejak' hidup yang telah ditorehnya begitu menunjukkan 'warna yang sangat jelas'
tapi....
kecemasan akan siapa penggantinya yang memiliki setidaknya prinsip dan 'karakter' yang mendekati
dan juga ketakutan justru mendera, apakah aku bisa seperti itu: mengakhiri hidup dengan segala kebaikan (husnul khatimah)
istiqamahnya sampai 'akhir' telah menunjukkan siapa dia sesungguhnya: bukan lewat kata, tetapi lewat teladan dan 'warisannya'
Ya ALLAH, betapa besar sayang-MU padanya, hingga kau panggil ia di usia yang belum genap mencapai 50 tahun
Ya ALLAH, tempatkan dia di sisi-MU yang terbaik
beri ganti dia dengan lipatan puluhan bahkan ribuan dan jutaan orang-orang seperti dia yang akan memenuhi dunia-MU ini dengan rahmat-MU, amin
ALLAHummaghfir lahu wa 'afihi wa'fu 'anhu....
RABB....
berilah kami taubat sebelum maut menjemput
berilah kami rahmat-kasih sayang-MU saat maut merenggut
berilah kami ampunan-Mu pada kehidupan setelah maut
amin ya rabbal 'alamin
Link | Leave a comment {2} | Add to Memories | Tell a Friend
...and the solution is in the hearth!
Jun. 7th, 2005 | 03:19 pm
the expression above is not from hadist or even qur'an
it's only a jargon (read: my own-jargon) for PD programme
nowadays, PD is so popular, anywhere, anytime and anyhow
a colleague from UI student, once, asked me about PD training session i
had attended few days before
not because i had announced my self of participating such training
but since on-going activity should (if not a must) be reported in the
front-office board
everyone who comes to the office may know all my out-office activity
she wondered my training sessions were too long (approximately 2
months)
although the programme itself is not implemented yet in my office, some
of field activity, such as focus group discussion and community
meetings were -thankfully- parts of my agenda within 2 months
yeah, this training tried to combine theory and practice in sort of a
way integrated
conducting approach to people/officers from local health institution,
programme socialization, community meeting etc were scheduled as
training sessions
it was why this training consumed not less than two month
tiring and boring because of long duration and repeating similar issues
in the training session were commonly faced by almost all the trainees
but, honestly, i feel lucky to join it (thousand of thanks, again, to
you Ibu vanessa and your very welcomed training team...)
based on my -limited- experience, PD programme is one of the tools to solve the
nutrition problem
no matter under urban and or rural area, this programme can be applied
successfully
the nutrition programme so far, is only able to 'touch' the surface
problem of nutrition
food intervention, for instance, is the most widely-used method in
terms of overcoming big number of malnourished children otherwise the
root of the problem causes itself is untouchable
education, unhealthy behavior, economy (read: financial management in a
family) are some of them
oops!! stag...
to be continued deh :((
by the way PD is positive deviance
Link | Leave a comment {3} | Add to Memories | Tell a Friend
alhamdulillah...
Mar. 8th, 2005 | 06:51 pm
mood:
grateful
music: thank U Allah
Link | Leave a comment {4} | Add to Memories | Tell a Friend
manajemen mefet, ada ga sich?
Mar. 7th, 2005 | 06:50 pm
mood:
annoyed
music: ghghggg..
hmmm...'menejemen mefet', ada ga ya teorinya?
baru aja dikejar-kejar temen yang minta laporan awal bulan, padahal udah dikirim kapan tau. eh pas lagi line telpon kantor mati, trus, internet ga bisa jalan, trus HPku ketinggalan pula, trus nelponnya dah sore pula,trus datanya ga bisa dibuka pula (kok bisa ya...padahal data yang lain bisa dibuka lho,hhh...).
begitu deh kalo segala sesuatu dikerjakan dengan menejemen 'mefet'. "gimana donk met, malam ini harus udah jadi??" so, jawabanku juga ga kalah lemes,"abis gimana ya bu, kalo di kantor linenya bisa dipake, kalo internetnya bisa jalan, kalo datanya ga pake harus di transfer ke disket, kalo filenya ga terinfeksi virus..... " (dalam hati sich sebenarnya: "COBA KALO DARI DULU IBU SUDAH MEREVIEW LAPORAN SAYA, COBA KALO DARI DULU IBU BILANG EMAIL YANG SAYA KIRIM GA LENGKAP, pan kaga begini jadinya!!!")
hh, mo pulang, ga ada hasil & kaya yang masih penasaran gitchu,ughhhh....
besok kan pasti mataharinya baru lagi ya...
mudah-mudahan ga mendung 'n ga ujan yang terlalu gede plus pake lama, supaya saudara-saudaraku di kp. melayu, bukit duri, cawang dll ga kebanjiran lagi, trus line telponnya ga ada gangguan lagi.
ah, taulah, semoga yang terbaik aja yang terjadi besok. salahsatu hikmahnya yang terjadi hari ini, adalah: aku jadi ngisi LJ karena suntuk ga bisa nyalurin kesel, sementara nyeselnya udah membuncah-buncah (ups, bahasa apa ya...).
God, please please please pelase always, be with me all my way, amin
Link | Leave a comment | Add to Memories | Tell a Friend
Sebuah Otokritik
Jun. 28th, 2004 | 09:34 am
Link | Leave a comment {3} | Add to Memories | Tell a Friend
Doa
Jun. 28th, 2004 | 09:03 am
mood:
good
Putus asa diiringi dengan ngambek dan emmoh karena -merasa telah- lelah berdo'a dan berusaha, bukanlah sikap yang baik. Bahkan terkadang menjadi kontra produktif disertai prasangka buruk pada Pemutus Segala Keputusan. Pastinya, ada sesuatu yang Dia inginkan lewat jawabanNya itu.
Allah answers prayer in three ways:
- He says "yes" and gives what you want
- He says "no" and gives you better
- He says "wait" and gives you the best
(Makasih Aniza buat SMSnya yang udah bikin i am touched)
Link | Leave a comment {2} | Add to Memories | Tell a Friend
Makasi Banyak Ya De'...
Jun. 21st, 2004 | 08:31 am
mood:
guilty
Ga sampai 12 jam main dan bermalam di asrama IPB (APD), banyak hal yang bisa kudapetin. Salah satunya adalah pijat refleksi gratis. Hehe…
Wah, bener deh, sakitnya bukan main. Padahal katanya yang mijit, itu tuh ga pake tenaga, cuma pelan-pelan aja. Yang paling nyeremin, setiap dia pegang bagian kaki atau tangan, trus dibarengin dengan ngebilangin kalo bagian-bagian tertentu dari badanku, sebenarnya lagi sakit: dari mulai terlalu pucat (kurang darah kali ya), peredaran darah ga lancar, masuk angin, ada sedikit masalah ama jantungku, dan masih banyak lagi yang lain.
Akhirnya aku polos cerita apa aja tentang medical recordku, dengan harapan dia tau apa penyakit yang pernah nyangkut di badanku. Dengan nada datarnya dia malah bales cerita. Ternyata, penyakitnya jauh lebih banyak: dari kerusakaan hormon yang ditandai dengan pendarahan yang ga pernah berhenti (malah ditawarin untuk minum pil KB buat menstop pendarahannya), ada kista di rahimnya, vonis dari dokter bahwa dia ga akan punya anak kalo nikah nantinya, ada kista juga di payudaranya; nah, baru itu yang aku inget. Masya Allah, jauh lebih nyeremin dari aku, padahal keceriaan ga pernah pergi di wajahnya, waktu kita ngumpul bareng. Yang ada, dia malah ketawa-tawa dan seakan ga terlalu bermasalah dengan penyakit-penyakit yang selama ini dideritanya, subhanallah...
Nah, memang Allah itu tau pasti seberapa besar kekuatan hambaNya menerima cobaan dan ujian.
Ya Allah, berikan dia kesembuhan dan kebaikan-kebaikan yang banyak di sepanjang hidupnya.
(atas semua pelajaran yang ga sengaja kau ajarkan dalam waktu yang teramat singkat; makasih banyak ya de', jazakillah khairan katsiran...)
Link | Leave a comment {9} | Add to Memories | Tell a Friend
My Resignation
Jun. 15th, 2004 | 02:51 pm
mood:
calm
Less than 50 days working, I have involved two important events: training for marketing staff (as a presenter) and (the first) national leaders meeting (as one of the committee). Those enabled me to meet many people, where I observed various different unique characters of them and of course new experience.
During the last two weeks, I have been busy responding my colleagues’ reaction and question due to my resignation. Yeah, I have to inform my supervisor formally, at least a month before, so that few of my colleagues know about it long before the day. Honestly, I want to just keep my mouth shut and give no reasons.
Hmm, the adventure of life and lives continue...
God, please always accompany me throughout ‘my journey’ toward ‘the real eternal life’, amin.
Link | Leave a comment {8} | Add to Memories | Tell a Friend
tips to make your burdens lighter...
Jun. 12th, 2004 | 04:29 pm
mood: bersiap mo pulang
if you have a problem, do not say:
"GOD, i have a big problem"
but say:
"hey problem, i have a big GOD"
(stolen from Republika -forget the writer-)
Link | Leave a comment {4} | Add to Memories | Tell a Friend
Sebuah nasihat buat diri sendiri
May. 25th, 2004 | 10:57 am
mood:
cold
Link | Leave a comment {10} | Add to Memories | Tell a Friend
Perjalanan Pulang
May. 18th, 2004 | 03:44 pm
mood:
tired
Sekitar ba’da maghrib, aku baru dapat mikrolet. Supaya lebih aman, aku harus pilih duduk didepan, plus bikin aku mudah tuk ngeliat-liat jalan. Ngelewatin jalan-jalan disekitar senen, galur, salemba menuju kampung melayu, bukanlah kebiasaanku. Banyak banget pemandangan metropolitan yang nunjukkin bahwa: “Ini Jakarta lho Meity!!” Iya, rumahku yang dipinggir kota, bikin aku ga ngerasa kalo aku tinggal di –yang katanya- kota.
Aku ngelewatin daerah dengan rumah berjejal aga kumuh dan ga bisa dibilang rapih. Pemuda-pemuda nongkrong, gitaran, atau sekedar ngobrol jadi pemandangan yang hampir selalu ditemui di ruas-ruas jalan; di warung-warung kopi, pos siskamling atau persis di pinggir jalan. Aku berbisik sendiri dalam hati, ”Apakah ini yang namanya 25% penggangguran di Indonesia? Atau malah jangan-jangan, yang ini belum masuk hitungan, karena bisa jadi mereka penduduk illegal yang ga terdaftar dalam sensus penduduk.” Kebayang aja kalo mereka ngerasa iseng, trus dengan kawanan yang lumayan banyak, penampilan yang mendukung –rambut gondrong, beranting, dan bahasa proken yang cuek abis- (bikin seram terutama buat aku), mereka bisa melakukan lebih dari sekedar ngobrol dan nyanyi, tapi… Aaahh, kok jadi su’udzon gini ya, astaghfirullahal’azhim….
Di beberapa tempat nongkrong itu juga terlihat perempuan-perempuan dari umur remaja sampai dewasa bergabung, ngobrol dan tertawa. Semua begitu tampak akrab dan seperti tanpa batas
Sampai di sebuah rel kereta arah Jakarta-Bekasi, aku dikejutkan dengan barisan rumah bedeng (rumah yang hanya terbuat dari triplek dan kardus-kardus), yang kalo ada kereta lewat, jarak antara rumah itu dan kereta tidak lebih dari 50 cm. Sebuah jarak minimal yang SANGAT beresiko. Mereka –dari anak-anak, remaja sampai dewasa- juga seperti biasa lewat dan beraktivitas di rel, tanpa ada rasa kuatir ada kereta lewat tiba-tiba dengan kecepatan tinggi.
Hampir setiap yang kulihat, masih teringat jelas di kepala. Melihat ada seorang nenek yang menggendong anak kecil dengan pakaian dan tampang lusuh; ga bersih, aku cuma bisa bergumam, “Mungkin ibunya bekerja sampai malam sehingga anak kecil yang masih butuh perhatian, kasih sayang dan teladan harus dititipin pada lingkungan seperti itu.”
Yang cukup membuat aku terheran-heran, di sekitar jalanan itu, banyak sekali warung-warung kecil maupun toko, terutama penjaja makanan. Sebagian warung dan toko tersebut malah dipenuhi dengan pembeli. Pemandangan yang kontras kalo melihat fisik rumah dan penampilan mereka. Aku emang belum pernah baca penelitian tentang gaya makan slum urban people, tapi yang kuamati dan didukung pernyataan seorang ketua RW di daerah Tomang Banjir Kanal Jakarta Barat, sebagian besar (kalo ga bisa dibilang semua) membeli makanan harian keluarga dari penjaja makanan. Mereka bahkan tidak biasa masak untuk keluarga mereka sendiri, sekalipun ada bayi (balita) di dalamnya. Sebuah kebiasaan yang kurang baik kalo menurut ahli gizi memang. Tapi faktor kepraktisan dan harga yang terjangkau adalah faktor yang jauh lebih dominan.
Masih di tempat yang belum terlalu jauh dari itu, segerombolan anak-anak seumuran tingkat SD berjalan mengenakan pakaian muslim dan muslimah, berkerudung, dengan pakaian yang tertutup rapat sambil membawa Al Quran di dada seperti ingin mengaji, pemandangan yang cukup kontras, tetapi lebih menunjukkan sebuah realitas. Selalu akan ada banyak warna di setiap ingkungan manapun.
Terus terang, aku akan bingung banget andaikan ditunjuk jadi Gubernur DKI Jakarta (pastinya sich ga akan ada yang nunjuk). Gambaran yang kusebutin tadi kan belum banyak dan ga tajam kaya masalah real Jakarta; penggusuran, tukar guling sekolah, pencemaran; pembangunan menara DKI yang kontroversial, sampah, dll,hhhhhh….pusiiiing.
Ups, apalagi yah, kok stag mo nulis apa! Ok, udah deh, ‘ala kulli hal, alhamdulillah…. dengan sisa uang yang tinggal lima ratus di tanganku sekarang, aku sampai juga di rumah; home sweat home…Terima kasih Allah, Kau berikan aku begitu banyak ni’mat dan karunia. Ajarkan dan tunjukki aku untuk senantiasa berada di jalan-Mu dan dapat memberikan yang terbaik juga buat sesama, amin.
Link | Leave a comment {8} | Add to Memories | Tell a Friend
--untitled--
May. 12th, 2004 | 02:19 pm
mood:
awake
music: ...ooo...
diakhir masa penantian
terlahir mereka yang kau dambakan
bagai kertas putih
karunia Ilahi
kutatap bola matanya
terpancar kesucian jiwa
mereka bukan milikmu
mereka milik zamannya
ajarkan dia tuk mengerti
arti kehidupan yang hakiki
tiada lagi nilai tertinggi
taqwa raih ridho Ilahi
latihlah selalu tuk mengingkari
setiap panggilan yang keji
ajarkan dia tuk mengerti
panggilan Maha Suci
(In Nuansa's First Album)
Link | Leave a comment {2} | Add to Memories | Tell a Friend
SENDIRI, yang kedua kali.
May. 12th, 2004 | 10:04 am
mood:
thoughtful
music: mmm...
Dari sebuah hasil survey di Amerika tentang beberapa hal yang ditakuti orang Amerika dalam bentuk peringkat, kesendirian menempati peringkat sembilan atau satu tingkat (peringkat 10) di atas ketakutan terhadap anjing. Sementara kematian berada dua tingkat (peringkat ketujuh) di atas kesendirian. Jadi ternyata, kesendirian adalah factor yang cukup besar sebagai sumber/penyebab rasa takut.
Kesendirian bisa dialami siapa saja, bahkan pada tokoh-tokoh ‘kuat’ sekalipun.
Sebut saja Nabi Musa as (yang oleh Allah dikatakan bahwan Nabi Musa as memenuhi dua criteria pemimpin yaitu kepandaian dan kekuatan). Ia berdoa kepada Allah untuk diberikan seorang teman dalam menghadapi penguasa dictator Fira’un, yaitu dengan diturunkannya nabi Harun. Nabi Adam as adalah contoh berikutnya. Ia hidup seorang diri. Kemudian, Allah menurunkan Hawa sebagai teman hidupnya. Begitu pula dengan beberapa perjalanan nabi utusan Allah lainnya.
Dalam proses penciptaan manusia, terdapat fase dimana manusia mengalami kesendirian. Sebut saja di dalam rahim ibu (kecuali untuk kasus bayi kembar lebih dari satu). Sewaktu menjadi janin yang bertumbuh dan berkembang untuk menjadi makhluq hidup sempurna, kita hidup sendiri. Barulah setelah lahir, lama kelamaan, kita dikelilingi banyak orang. Itupun dalam proses yang bertahap. Teman-teman di tingkat sekolah dasar, biasanya adalah hanya disekitar tempat kita tinggal, sementara temen-teman tingkat sekolah lanjutan menengah maupun atas pastilah jauh lebih luas jangkauannya. Ditingkat perguruan tinggi dan dunia kerja, jumlah teman-teman yang dekat akan jauh lebih berkurang. Kesibukkan dengan banyak aktivitas menyebabkan kita lebih selektif memilih teman yang benar-benar dekat. Pilihan berumah tangga adalah saat dimana setiap orang sudah mulai membatasi diri dalam berteman, terutama untuk menjaga perasaan masing-masing. Pertemanan yang telah dijalin sebelumnya bisa saja terus terbina dengan baik, tetapi keluarga, terutama jika sudah ada anak, tetap menjadi prioritas. Pada akhirnya, kematian mengantarkan kita pada kesendirian yang hakiki, saat semua perjalanan hidup kita diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.
Seperti sebuah gambaran grafik sebaran normal dalam statistik, begitulah juga gambaran intensitas ketidaksendirian secara fisik dalam kehidupan manusia –dimulai sendiri, kemudian menjalin banyak pertemanan, selanjutnya sendiri lagi-.
Pada hakikatnya, kita memang tidak pernah mengalami kesendirian total. Dua malaikat pencatat kebaikan dan keburukkan ada di sebelah kanan dan kiri kita. Bahkan Allah SWT juga selalu bersama kita dalam setiap kondisi, bahkan kedekatannya melebihi dekatnya urat nadi kita. Yang lebih menyeramkan lagi, syeithan juga selalu menyertai kita dalam setiap waktu dalam aliran darah manusia untuk menggoda dan menjerat manusia supaya masuk dalam perangkapnya menjadi penghuni neraka.
Setiap orang pasti pernah merasakan kesendirian. Betapapun dia telah berkeluarga atau berada dalam sebuah keluarga besar atau bahkan memiliki banyak teman dari berbagai kalangan. Perasaan ini memang umum terjadi, tetapi kemudian bukan menjadi legitimasi untuk larut dalam kesendirian yang berkepanjangan.
Perasaan kesendirian yang berlarut-larut, justru akan melemahkan diri dan perasaan. Tidak produktif dan merasa diri terisolasi di tengah keramain adalah impact dari kesendirian itu.
Tetapi, kesendirian juga dapat merupakan momentum untuk membangun suasana sebagai ‘udara’ berintrospeksi dan bersikap objektif terhadap diri kita sendiri. Situasi di sepertiga malam atau lebih, saat bertaqarub kepada Allah dimalam hari adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri dan memberikan kekuatan lebih di pagi hari agar dapat berprestasi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
(Kumpulan tulisan "sendiri" apa adanya yang tercecer karena kehabisan ide mo nulis apa, terus disusun -walaupun rada ga nyambung satu sama lain-, dan berharap akan memunculkan ide baru yang lain lagi untuk latihan membuat tulisan selanjutnya)
